Nih Lompat Tinggi [Lengkap]: Pengertian, Gaya, Teknik Dasar, Sejarah

Apa pengertian lompat tinggi? - Pertanyaan ibarat itu yang mungkin kalian sedang cari. Kalian beruntung menemukan artikel ini, karna kami juga mengulas perihal sejarah lompat tinggi, bagaimana cara melaksanakan gaya lompat tinggi dan apa saja teknik dasar lompat tinggi.

Tujuan dari olahraga lompat tinggi ialah untuk memperoleh lompatan yang setinggi-tingginya ketika melewati mistar dengan ketinggian tertentu.

Menurut Wikipedia, Lompat tinggi merupakan olahraga yang menguji keterampilan melompat dengan melewati mistar. Olahraga ini ialah salah satu cabang olahraga atletik.

Langsung saja kita mulai pembahasan mengenai lompat tinggi. Silahkan simak klarifikasi dibawah ini.

 Pertanyaan ibarat itu yang mungkin kalian sedang cari Nih LOMPAT TINGGI [LENGKAP]: Pengertian, Gaya, Teknik Dasar, Sejarah


Pengertian Lompat Tinggi


Banyak andal yang mendefinisikan pengertian dari lompat tinggi. Berikut ini ialah beberapa andal yang akan menjelaskan pengertiannya.

Giri Wiarto (2013:36) menyatakan bahwa:

"Lompat tinggi ialah suatu bentuk melompat ke atas dengan cara mengangkat kaki depan ke atas sebagai upaya membawa titik berat dengan setinggi mungkin dan secepat mungkin jatuh (mendarat) dengan jalan melaksanakan tolakan pada salah satu kaki untuk mencapai suatu ketinggian tertentu".

Senada dengan Munasifah (2008:25) beropini bahwa:

"Lompat tinggi ialah suatu bentuk gerakan melompat ke atas dengan cara mengangkat kaki ke depan ke atas sebagai upaya membawa titik berat tubuh setinggi mungkin dan secepat mungkin jatuh (mendarat) dengan cara melaksanakan tolakan pada salah satu kaki mencapai ketinggi tertentu".

Pengertian lompat tinggi oleh Muhajir (2006:131) menyampaikan bahwa:

"Lompat tinggi ialah suatu bentuk gerakan melompat ke atas dengan mengangkat kaki kedepan atas dalam upaya membawa titik berat tubuh setinggi dan secepat mungkin jatuh (mendarat). Lompat tinggi dilakukan tolakan pada salah satu kaki untuk mencapai ketinggian tertentu".

Berkaitan dengan lompat tinggi Feri Kurniawan (2012:41) menyatakan bahwa:

"Suatu jenis keterampilan untuk melewati mistar yang berada di antara kedua tiang".

Menurut Yoyo Bahagia, Ucup Yusuf & Adang Suherman (2000:15) berpendapat,

"Tujuan dari lompat tinggi yaitu, memindahkan jarak vertikal titik berat tubuh setinggi mungkin".

Sesuai dengan namanya, lompat tinggi bertujuan untuk melewati mistar yang setinggi-tingginya. Untuk memperoleh lompatan yang lebih tinggi dipengaruhi oleh kekuatan dan kecepatan tungkai tolak, posisi tubuh ketika melewati mistar, dan kemampuan melaksanakan lari awalan yang menunjang terhadap tolakan yang efektif.


Jenis/Macam Gaya Lompat Tinggi


Dalam lompat tinggi ada beberapa gaya yang sering digunakan dalam pertandingan.

Tri Minarsih, Acep Hadi, dan Hanjaeli (2010:78) menyebutkan,

"Ada empat jenis gaya yang ada dalam lompat tinggi, yaitu gaya gunting (scissors), gaya guling perut (straddle), gaya guling samping (western roll), dan gaya telentang (flop)".

Lanjut berdasarkan Giri Wiarto (2013:40) menjelaskan bahwa,

"Gaya dalam lompat tinggi itu ada 4 yaitu: Gaya guling perut (the straddle style), Gaya gunting (the scissors style), Gaya guling sisi (western roll), dan Gaya membelakangi atau gaya flop (the fosbury flop).

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, sanggup dikatakan ada 4 gaya yang sering digunakan dalam lompat tinggi yaitu: gaya gunting, gaya guling perut, gaya guling sisi, dan gaya flop.

1. Gaya gunting (Scissors)

 Pertanyaan ibarat itu yang mungkin kalian sedang cari Nih LOMPAT TINGGI [LENGKAP]: Pengertian, Gaya, Teknik Dasar, Sejarah
Adapun cara melaksanakan gaya gunting berdasarkan Munasifah (2008:32) ialah sebagai berikut:
  1. Pelompat tinggi mengambil awalan dari samping. Jika pelompat melaksanakan tolakan dengan memakai kaki kiri, maka awalan dilakukan dari samping kiri pula. Akan tetapi, kalau tolakannya memakai kaki kanan, maka awalan yang dilakukan ialah dari samping kanan.
  2. Pada ketika kaki diayun (kaki yang akrab mistar) mencapai ketinggian maksimum, kaki yang menolak (kaki yang terjauh dari mistar) diangkat lurus ke depan atas untuk melewati mistar.
  3. Saat kaki yang diayun sudah menurun melewati mistar dan tubuh hampir tegak, serta mistar berada di bawah pinggul, kaki tolak mendarat dengan tubuh menghadap ke samping.

2. Gaya guling perut (Straddle)

 Pertanyaan ibarat itu yang mungkin kalian sedang cari Nih LOMPAT TINGGI [LENGKAP]: Pengertian, Gaya, Teknik Dasar, Sejarah
Munasifah (2008:34) menjelaskan pelaksanaan gaya guling perut sebagai berikut:
  1. Pelompat mengambil awalan dari samping, awalan antara 35 derajat hingga 45 derajat. Jarak awalan tergantung si pelompat itu sendiri. Biasanya memakai langkah ganjil. Tiga langkah terakhir harus lebih panjang dan lebih cepat.
  2. Melakukan tolakan dengan kaki yang terdekat pada mistar sekuat-kuatnya ke atas, dibantu dengan ayunan kaki belakang (kaki ayun) ke depan atas dan dibantu oleh ayunan kedua tangan ke belakang atas.
  3. Setelah kaki ayun mencapai ketinggian maksimum, segera lewatkan di atas mistar. Lengan kiri hendaknya jangan hingga menyentuh mistar. Setelah kaki ayun melewati mistar, segera tubuh diputar ke kiri dengan kepala mendahului melewati mistar. Putarkan tubuh sehingga dada dan perut menghadap ke bawah pada ketika di atas mistar. Kaki kiri yang digunakan untuk menolak segera lututnya dilipat ke samping kiri agak ke atas dan agak ke belakang. Lengan kanan harus ke bawah dengan santai.
  4. Jika kaki kanan yang digunakan untuk kaki ayun, maka yang mendarat pertama kali pada matras ialah kaki kanan dan ajudan secara bersama-sama. Kemudian berguling ke samping ke depan dengan tubuh dibulatkan dan bertumpu pada pundak sebelah kanan.

3. Gaya guling sisi (Western roll)

 Pertanyaan ibarat itu yang mungkin kalian sedang cari Nih LOMPAT TINGGI [LENGKAP]: Pengertian, Gaya, Teknik Dasar, Sejarah
Cara melakukannya:
  1. Awalan dari samping atau seorang sekitar 35-40 derajat. Bila bertumpu dengan kaki kanan, awalan dari serong kanan bertumpu dengan kaki kiri, awalan dari serong kiri. Tumpuan dengan kaki yang terdapat dengan mistar (kaki dalam).
  2. Kaki bebas di ayun kedepan atas menyilang mistar. Melayang diatas mistar perilaku tubuh miring dan sejajar dengan mistar. 
  3. Saat itu pula kepala segera diturunkan, sehingga posisi kepala lebih rendah dari pinggul, terus berguling meluncur kebawah. 
  4. Setelah berkembang beberapa lama, ketika diatas mistar posisi tubuh tidak sejajar dengan mistar, tetapi kepala, tubuh dan kedua lengan melintasi mistar terlebih dahulu terus menukik kebawah ibarat menyelam, sehingga gaya ini disebut juga "dive western". 
  5. Pendaratan dengan salah satu tangan dan kaki tumpu hampir bersamaan, atau dengan kedua tangan terlebih dahulu terus berguling menjadi mistar. (Petunjuk atletk, 1985:97)

4. Gaya Flop

 Pertanyaan ibarat itu yang mungkin kalian sedang cari Nih LOMPAT TINGGI [LENGKAP]: Pengertian, Gaya, Teknik Dasar, Sejarah
Cara melakukannya:
  1. Awalan langkah panjang dan cepat, dengan posisi perilaku tegak. Kaki tolakan ialah kaki lebih banyak didominasi atau yang bisa digunakan untuk menumpu. Jarak antara kaki tolakan dengan mistar kira-kira 22-35 cm. Dimulai dengan melaksanakan awalan, jalan, lari, melangkah. Kemudian kaki menekan untuk melewati ketinggian mistar. Sudut awalan, dari daerah tolakan ketempat permulaan melaksanakan awalan, kira-kira 45-50 derajat. Langkah dari daerah awalan ketempat tolakan harus cepat.
  2. Tolakan, gerakan kaki tumpu yang kokoh dan pada ketika menolak gunakan salah satu kaki dengan posisi tubuh agak condong kebelakang. Setelah melaksanakan tolakan, kaki diluruskan, kedua tangan selalu berada disamping untuk menjaga keseimbangan.
  3. Sikap tubuh diatas mistar, lentingan pinggang sehingga benar-benar sejajar punggung dengan mistar. Kedua kaki semula berada dibawah badan, tetapi ketika tubuh melewati mistar kedua kaki harus cepat diangkat, seiring dengan posisi tubuh yang turun kepermukaan matras.
  4. Mendarat jatuh seluruh anggota tubuh dari mulai punggung, kedua kaki hingga lengan pada matras, jatuhan harus dalam posisi terlentang. (Dasar- dasar keterampilan atletik, 2001:65).

Teknik Dasar Lompat Tinggi


Hans Themer (1996) menyatakan teknik pada lompat tinggi terbatas atas beberapa gerakan yang meliputi: awalan, tolakan, ketika melewati mistar dan yang tidak kalah pentingnya ialah mendarat.

Berdasarkan kutipan diatas dijelaskan sebagai berikut.

1. Awalan

Awalan merupakan kunci pertama bagi pelompat tinggi dalam usahanya dan melampaui suatu ketinggian. Untuk menguasai dengan baik cara melaksanakan awalan perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut
  1. Titik awalan dan sudut awalan harus tepat, yang dimaksud dengan titik awalan ialah daerah berpijak atau bangkit permulaan sebelum pelompat mulai melaksanakan lari awalan. 
  2. Arah awalan tergantung dari kaki referensi secara teknik kaki kiri kanan yang digunakan untuk bertumpu akan memilih dari arah mana pelompat harus mengawali awalan, ini pun tergantung pula dari gaya yang dipakai.
  3. Langkah kaki dari pelan semakin dipercepat, dilakukan secara masuk akal dan lancar. Kecepatan lari pada final awalan tidak perlu dilakukan dengan kecepatan penuh (100%), alasannya awalan pada tingkat tinggi yang dilakukan secara full speed akan mempersulit atau mengurangi timbulnya daya tolakan kaki untuk membawa tubuh melambung keatas.
  4. Banyaknya langkah tidak ada ketentuan yang pasti. Namun pada umumnya banyaknya langkah berkisar 9-15 langkah.

2. Tumpuan

Tumpuan dilakukan dengan kaki yang kuat. Saat bertumpu harus sempurna pada titik tumpu.

Titik tumpu ialah daerah berpijaknya kaki tumpu pada ketika melaksanakan lompatan, untuk memperoleh titik tumpu yang sempurna harus dicari dengan cara mencoba berulang kali semenjak dari memilih awalan, sudut awalan, irama, serta banyaknya langkah.

Titik awalan dikatakan tepat, apabila ketika tubuh melayang di udara titik ketinggian maksimal benar-benar sempurna di atas dan di tengah-tengah mistar.

Apabila titik referensi terlalu dekat, risikonya mistar akan tersentuh tubuh ketika pelompat masih bergerak melambung ke atas. Sebaliknya apabila titik referensi terlalu jauh, akan berakibat mistar tersentuh tubuh ketika pelompat sudah bergerak turun.

Disamping itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada ketika melaksanakan tumpukan.
  1. Menurunkan titik berat tubuh dengan cara menekuk lutut kaki referensi sedemikian rupa (130-160) sehingga mengakibatkan daya tolakan yang besar. 
  2. Saat akan bertumpu posisi tubuh agak dicondongkan ke belakang (kecuali gaya flop kecondongan kebelakang ini relative sangat kecil atau dihindari sama sekali).
  3. Tumpuan dilakukan dengan besar lengan berkuasa sehingga, cepat dan meledak (explosive).
  4. Menapak pada cuilan tumit, terlebih dahulu seluruh tapak kaki-ujung kaki, final tumpuan, kaki referensi harus lurus pada cuilan lutut hingga pada ujung kaki.
  5. Saat bertumpu kedua lengan bisa diayunkan serentak atau ayunan secara masuk akal (sepihak) saja.

3. Melayang

Gerakan melayang di luar udara terjadi ketika kaki tumpu lepas dari tanah. Sikap tubuh gerakan kaki maupun lengan ketika melayang melewati mistar tergantung dari masing-masing gaya.

Kaprikornus gerakan dan posisi tubuh ketika melayang inilah yang memperlihatkan ciri-ciri khusus dan membedakan gaya yang satu dengan gaya yang lainnya.

Tiga prinsip yang perlu diperhatikan pada ketika melayang:
  1. Saat melewati kedudukan titik berat tubuh sebaiknya sedekat mungkin dengan mistar. Dalam kinesiology dikatakan bahwa titik berat tubuh insan terletak di depan dataran tulang sacrum (panggul) cuilan atas sekitar di cuilan belakang pusat.
  2. Titik ketinggian labung maksimal harus sempurna diatas dan ditengah-tengah mistar.
  3. Dilakukan dengan tenaga yang sedikit mungkin secara sadar, biar menghindari gerakan-gerakan yang tidak perlu.

4. Pendaratan

Pendaratan merupakan tahap terakhir dari gerakan beruntun suatu lompatan. Cara melaksanakan dan perilaku tubuh ketika mendarat tergantung pada masing-masing gaya, disini ada dua prinsip yang perlu diperhatikan:
  • Dilakukan secara sadar.
  • Posisi tubuh harus sedemikan rupa sehingga tidak menjadikan rasa sakit atau cidera.

Sejarah Singkat Lompat Tinggi


Lompat tinggi tercatat pertama kali diadakan pada olimpiade Skotlandia pada kala ke 19. Lompatan tertinggi pada ketika itu tercatat ialah 1,68 meter. Gaya lompat pada ketika itu ialah gaya gunting.

Sekitar kala ke 20, gaya lompat tinggi telah dimodernisasi oleh Michael Sweeney. Pada tahun 1895, ia berhasil melaksanakan lompatan setinggi 1,97 meter gaya eastern cut-off, dimana mengambil off ibarat gunting, tapi memperpanjang punggungnya dan mendatar di atas bar.

Teknik lompat yang lebih efesien bermana Western Roll dikembangkan oleh George Horine. Melalui teknik ini, Horine mencapai lompatan setinggi 2,01 meter pada tahun 1912.

Kemudian pada olimpiade Berlin tahun 1936, teknik lompatan ini menjadi lebih banyak didominasi dilakukan untuk cabang lompat tinggi yang dimenangkan oleh Cornellus Johnson yang mencapai ketinggian 2,03 meter.

Empat dekade setelahnya, pelompat dari Amerika dan Soviet merintis evolusi teknik straddle. Orang pertama yang memakai teknik ini ialah Charles Dumas mencapai ketinggian 2,13 meter, pada tahun 1956.

Kemudian seorang warga Amerika berjulukan John Thomas mencapai rekor dunia dengan ketinggian 2,23 meter pada tahun 1960. Selanjutnya Valeriy Brumel mengambil alih pencapaian rekor dunia dengan mencatat ketinggian lompatan hingga 2,28 meter dan berhasil memenangkan kejuaraan olimpiade pada tahun 1964.

Berawal dari Brumel inilah para atlet mencoba untuk membuatkan olahraga lompat tinggi sehingga ketika ini terdapat empat gaya dalam lompat tinggi.

: LOMPAT JAUH [LENGKAP]: Sejarah, Teknik Dasar, Gaya, Pengertian


Demikianlah artikel hari ini perihal LOMPAT TINGGI [LENGKAP]: Pengertian, Gaya, Teknik Dasar, Sejarah. Semoga bermanfaat bagi anda. Untuk membantu blog ini biar berkembang, kami mohon untuk share dan komentar ya. Sekian dan terima kasih.

Referensi: http://olahraga.biz.id/2017/01/sejarah-lompat-tinggi-pengertian/
digilib.unila.ac.id/13810/3/bab%202.pdf
abstrak.ta.uns.ac.id/wisuda/upload/K4611058_bab2.pdf
abstrak.ta.uns.ac.id/wisuda/upload/K4612153_bab2.pdf

0 Response to "Nih Lompat Tinggi [Lengkap]: Pengertian, Gaya, Teknik Dasar, Sejarah"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.