Nih Kebugaran Jasmani: Pengertian, Komponen Unsur, Bentuk Latihan, Manfaat, Fungsi [Lengkap]

Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari setiap insan tidak akan lepas dari kebugaran jasmani, sebab kebugaran jasmani merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Pada artikel kali ini, akan membagikan materi perihal Kebugaran Jasmani yang mencakup pengertiannya, komponen/unsur-unsur kebugaran jasmani, bentuk latihan, fungsinya dan juga manfaatnya.

a. Pengertian Kebugaran Jasmani Menurut Para Ahli

hari setiap insan tidak akan lepas dari kebugaran jasmani Nih Kebugaran Jasmani: Pengertian, Komponen Unsur, Bentuk Latihan, Manfaat, Fungsi [Lengkap]


1. Kusmaedi


Pengertian kebugaran jasmani berdasarkan Kusmaedi (2008:93) yakni kemampuan badan seseorang untuk melaksanakan kiprah dan pekerjaan sehari-hari tanpa menjadikan kelelahan yang berarti, sehingga badan masih mempunyai simpanan tenaga untuk mengatasi beban tambahan.

2. Giriwijoyo


Apa yang dimaksud dengan kebugaran jasmani? Senada dengan pendapat di atas, Giriwijoyo (2002:23) mengungkapkan, kebugaran jasmani yakni keadaan kemampuan jasmani yang sanggup menyesuaikan fungsi alat-alat tubuhnya terhadap kiprah jasmani tertentu atau terhadap keadaan lingkungan yang harus diatasi dengan cara yang efesien, tanpa kelelahan yang berlebihan dan telah pulih tepat sebelum tiba kiprah yang sama pada esok harinya.

3. President Council N Physical Fitness And Sport


Sedangkan Menurut President Council N Physical Fitness And Sport (dalam Kusmaedi, 2008:93) mengartikan "kebugaran jasmani sebagai kemampuan untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari dengan penuh vitalitas dan kewaspadaan tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih cukup energi untuk bersantai pada waktu luang dan menghadapi hal-hal yang sifatnya darurat."

4. Suroto


Menurut Suroto (2004:2), kebugaran jasmani merupakan kemampuan atau kesanggupan seseorang untuk melaksanakan acara atau kegiatan dengan daya kerja tinggi tanpa mengalami kelelahan yang berarti atau berlebihan.

5. Sigit Nugroho


Senada dengan pendapat di atas, Sigit Nugroho (2010:5), mengemukakan bahwa "kebugaran jasmani yakni kemampuan badan seseorang untuk melaksanakan kiprah pekerjaannya sehari-hari tanpa menjadikan kelelahan yang berarti dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk menikmati waktu luang serta untuk keperluan mendadak."

b. Fungsi atau Tujuan Kebugaran Jasmani


Kebugaran jasmani mempunyai fungsi pengemban kesanggupan kerja bagi siapapun, sehingga sanggup menuntaskan kiprah pekerjaannya dengan baik tanpa mengalami kelelahan yang berarti.

Adapun fungsi dari kebugaran jasmani sanggup digolongkan sebagai berikut:

1. Golongan yang dihubungkan dengan pekerjaan

  • Kebugaran jasmani bagi olahragawan dibutuhkan untuk meningkatkan prestasi.
  • Kebugaran jasmani bagi karyawan dibutuhkan untuk meningkatkan efisien dan produktivitas kerja.
  • Kebugaran jasmani bagi pelajar dan mahasiswa untuk meningkatkan prestasi dan mempertinggi kemampuan hasil belajar.

2. Golongan yang dihubungkan dengan keadannya

  • Kebugaran jasmani bagi penderita cacat untuk rehabilitasi.
  • Kebugaran jasmani bagi ibu hamil untuk perkembangan bayi dalam kandungan mempersiapkan diri menghadapi ketika persalinan,

3. Golongan yang dihubungkan dengan usia

  • Kebugaran jasmani bagi anak untuk menjamin pertumbuhan dan perkembangan yang baik.
  • Kebuaran jasmani bagi orang renta untuk mempertahankan kondisi fisik terhadap serangan penyakit. (Sumanto Y, 1993).

c. Komponen/Unsur Kebugaran Jasmani


Status kebugaran jasmani sanggup dinilai dari komponen-komponen yang dikelompokkan menjadi kelompok kebugaran jasmani yang berafiliasi dengan unsur kesehatan dan kelompok yang berafiliasi dengan unsur keterampilan dan performance.

1. Komponen Kebugaran Jasmani Unsur Kesehatan


Dalam buku panduan kesehatan olahraga, Faizal Karim (2002) menjelaskan komponen kebugaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatan yaitu:
  1. Komposisi badan (body composition): susunan badan yang digambarkan sebagai dua komponen yaitu lemak badan dan masa tanpa lemak
  2. Kekuatan otot (muscle strength): kemampuan otot atau sekelompok otot untuk melaksanakan satu kali kontraksi secara maksimal melawan tahanan atau beban.
  3. Daya tahan jantung (cardiovascular endurance): kemampuan seseorang untuk mempertahankan suatu kegiatan yang membutuhkan tahanan dalam waktu yang lama.
  4. Daya tahan otot (muscular endurance): kemampuan otot atau sekelompok otot untuk bertahan melaksanakan suatu kegiatan dalam waktu yang lama.
  5. Daya tahan kardiorespirasi (endurance capacity): kesanggupan sistem jantung, paru dan pembuluh darah untuk berfungsi secara optimal ketika melaksanakan acara sehari-hari dalam waktu yang cukup usang tanpa mengalami kelelahan yang berarti.
  6. Kelentukan (flexibility) tubuh: kemampuan sendi untuk melaksanakan gerakan dalam ruang gerak sendi secara maksimal.

2. Komponen Kebugaran Jasmani Unsur Keterampilan dan Performance


Selain komponen kebugaran jasmani yang berafiliasi dengan kesehatan, diharapkan juga komponen kebugaran jasmani yang berafiliasi dengan keterampilan dan performance yang meliputi:
  1. Kekuatan (strength): kemampuan seseorang untuk membangkitkan tegangan (tension) terhadap suatu tahanan (resisten).
  2. Daya tahan (endurance): kemampuan badan mensuplai oksigen yang diharapkan untuk melaksanakan suatu kegiatan.
  3. Kecepatan (speed): kemampuan otot atau sekelompok otot untuk menjawab rangsangan dalam waktu secepat mungkin.
  4. Keseimbangan (balance): kemampuan mempertahankan posisi badan untuk tidak bergoyang atau roboh, baik dalam posisi membisu maupun pada ketika melaksanakan gerakan.
  5. Koordinasi (coordination): kemampuan seseorang untuk memakai panca indra ibarat penglihatan, dan pendengaran, tolong-menolong dengan serpihan badan tertentu didalam melaksanakan kegiatan motorik dengan serasi dan ketetapan tinggi.
  6. Kelincahan (aglity): kemampuan untuk mengubah arah atau posisi badan dengan cepat.
  7. Daya ledak (explosif power): gabungan antara kekuatan dan kecepatan, pengerahan gaya otot maksimal dengan kecepatan maksimal.
  8. Kecepatan reaksi (reaction time): waktu yang dipergunakan untuk munculnya stimulus dengan awal reaksi.

d. Bentuk-bentuk Latihan Kebugaran Jasmani


1. Bentuk latihan kekuatan:

  • push up, untuk melatih kekuatan otot lengan dan bahu.
  • sit up, untuk melatih kekuatan otot perut. 
  • beck up, untuk melatih kekuatan otot punggung. 
  • shoulder press, untuk melatih kekuatan otot lengan dan bahu.
  • leg squat, untuk melatih kekuatan otot tungkai.
  • back extension, untuk melatih kekuatan otot punggung.

2. Bentuk latihan kecepatan:

  • Lari menaiki/menuruni tangga/bukit.
  • Latihan percepatan.
  • Lari cepat (sprint) jarak 50 meter.
  • Lari bolak-balik jarak 10-25 meter.
  • Latihan kecepatan reaksi (permainan hijau-hitam).
  • Up hill.

3. Bentuk latihan daya tahan:

  • Lari jarak jauh.
  • Lari bolak-balik.
  • Loncat tali. 
  • Lari keliling lapangan.
  • Joging.
  • Bersepeda.
  • Berenang.
  • Gerakan naik-turun tangga.
  • Berjalan.
  • Latihan pukulan jab berkali-kali dalam tinju.

4. Bentuk latihan kelentukan (fleksibilitas):

  • Latihan kelentukan sendi bahu.
  • Latihan kelentukan otot pinggang.
  • Latihan kelentukan togok.
  • Berenang.
  • Yoga.
  • Senam.

5. Bentuk latihan daya otot:

  • Front jump, untuk meningkatkan kemampuan serpihan tungkai dan betis.
  • Side jump, untuk melatih kemampuan ledak serpihan paha dan tungkai.
  • Vertical jump, untuk melatih kemampuan ledak serpihan tungkai.

6. Bentuk latihan kelincahan:

  • Gerakan naik-turun tangga.
  • Zig-zag.
  • Shuttle run.

7. Bentuk latihan keseimbangan:

  • Latihan perilaku lilin.
  • Berjalan di atas balok kayu.
  • Berdiri dengan tangan sebagai tumpuannya.

8. Bentuk latihan keakuratan:

  • Melempar bola pada sasaran atau keranjang.

9. Bentuk latihan reaksi:

  • Lempar-tangkap bola.

10. Bentuk latihan daya ledak:

  • High pull
  • Shoulder shurgh

e. Manfaat Kebugaran Jasmani


Berikut ini beberapa manfaat yang akan didapatkan kalau melaksanakan latihan kebugaran jasmani.
  1. Memperlancar sirkulasi darah
  2. Meningkatkan fungsi kerja jantung
  3. Meningkatkan stamina
  4. Memperkuat daya tahan badan sehingga lebih energik
  5. Meningkatkan kemampuan regenerasi sel 
  6. Meningkatkan mood
  7. Terhindar dari osteoporosis (tulang keropos)
  8. Mengatas idepresi
  9. Mengurangi resiko obesitas
  10. Mencegah penyakit jantung
  11. Menurunkan tekanan darah tinggi
  12. Meningkatkan energi, dan masih banyak lainnya.

Demikianlah artikel hari ini perihal Kebugaran Jasmani: Pengertian, Komponen Unsur, Bentuk Latihan, Manfaat, Fungsi [Rangkuman]. Semoga bermanfaat bagi anda. Untuk membantu blog ini biar berkembang, kami mohon untuk share dan komentar ya. Sekian dan terima kasih.

Referensi: edhay76.blogspot.com/2015/02/bentuk-bentuk-latihan-kebugaran-jasmani.html
cincyinnyc.com/macam-macam-bentuk-latihan-kebugaran-jasmani-yang-harus-kamu-tahu/
candycoffin.blogspot.com/2015/03/manfaat-kebugaran-jasmani-dalam.html
digilib.unila.ac.id/1224/8/BAB%20II.pdf
Pdf: Pendidikan Kebugaran Jasmani, oleh: Farida Mulyaningsih

0 Response to "Nih Kebugaran Jasmani: Pengertian, Komponen Unsur, Bentuk Latihan, Manfaat, Fungsi [Lengkap]"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.